Dobrak Sekat Mata Pelajaran, SMK Negeri 2 Pekalongan Sukses Gelar Asesmen Berbasis Kolaborasi
SMK Negeri 2 Pekalongan terus berinovasi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Menjawab tantangan dunia kerja yang dinamis, sekolah kejuruan pencetak generasi Sakpore ini sukses melaksanakan Asesmen Berbasis Kolaborasi Antar Mata Pelajaran (Mapel). Langkah ini diambil untuk mengurangi beban tugas murid sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan terintegrasi. Selama ini, sistem penilaian konvensional sering kali kerap membanjiri murid dengan tugas yang menumpuk di akhir semester. Melalui inovasi asesmen kolaboratif ini, SMK Negeri 2 Pekalongan mendobrak sekat-sekat tersebut dengan menyatukan beberapa mapel ke dalam satu proyek penilaian yang komprehensif.
Esensi dari asesmen kolaboratif ini adalah melihat kompetensi siswa secara utuh, bukan terfragmentasi per mata pelajaran. Di dunia kerja nyata, tidak ada masalah yang diselesaikan hanya dengan satu disiplin ilmu. Melalui asesmen kolaborasi ini, siswa diajak memecahkan masalah atau membuat produk yang dinilai sekaligus oleh guru dari berbagai mapel. Pelaksanaan kolaborasi yang sudah memasuki tahun ke-4 ini didukung oleh beberapa mapel umum dan kejuruan. Diantaranya adalah mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Pendidikan Pancasila, Kewirausahaan, Kejuruan PM, AKL, MPLB, PPLG, TKJ, dan BP. Hasil akhir dari proyek kolaborasi ini adalah kegiatan menonton pertunjukan drama dengan menikmati hidangan makanan dan minuman. Dari satu proyek tersebut, beberapa aspek penilaian mapel dapat diambil sekaligus.
Dengan suksesnya pelaksanaan asesmen berbasis kolaborasi ini, SMK Negeri 2 Pekalongan membuktikan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Model penilaian ini tidak hanya sekadar memenuhi tuntutan kurikulum, melainkan membentuk fondasi mental dan keterampilan murid agar siap kerja, santun, mandiri, dan kreatif. Langkah inovatif SMKN 2 Pekalongan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah Pekalongan dan sekitarnya, dalam mewujudkan Merdeka Belajar yang esensial dan berdampak nyata bagi masa depan anak bangsa.
Komentar